Cerpen PULAU API





 Hari itu laut terasa begitu tenang, kapten Acel memberika waktu istirahat pada awak kapalnya yang mulai kelelahan mengatur kapal di siag hari yang panas. Mereka adalah pedagang dari Entermazo Island yang berlayar ke timur untuk berdagang serta melakukan penjelajahan.
Semua berjalan biasa saja, hingga salah satu awak kapal bernama El menemukan sebuah surat dalam botol, itu berisi sebuah pesan yang mengatakan “PULAU API YANG MENGABULKAN SEGALANYA” . di surat itu dikatakan juga bahwa jika berhasil menemukannya maka akan muncul seekor naga yang akan mengabulkan sebuah permintaan dan beberapa petunjuk kecil. El sengaja tidak memberitahukannya pada siapaun. Hingga pada suatu malam terjadi badai besar yang membuat kapal hilang kendali, awak kapal pun tidak mampu berbuat apa apa, hanya berdoa dan bersembunyi di kabin.
Pagi harinya keadaan laut kembali tenang, namun para awak kapal tidak tahu posisi mereka sekarang. Di tengah hiruk pikuk badai semalam El menyadari bahwa pesan dalam botol yang disimpannya tidak ada, dia berpikir mungkin terpental saat badai semlam. Pesan itu memnag terpental, namun pagi sebelum El terbangun, Kapten Acel sudah memungut pesan itu, kapten juga sudah membacanya. Siang harinya , kapten mengembalikan pesan itu diam diam ke bawah tempat tidur El, seakan akan pesan itu terjatuh di situ setelah badai semalam.
El yang masih terus mencari pesan itu kembali mencari ke kamarnya lagi, dan kemudian menemukannya di atas meja berdiri dengan tegak beserta botolnya.
Sampai dua hari mereka masih tidak menemukan petunjuk tentang dimana letak mereka saat itu, hingga dari jauh salah satu awak kapal melihat asap hitam.
“Kapten, nampaknya kita menemukan pulau”
“Kau benar, asap hitam, kemungkinan disana ada penghuni nya
  Turunkan layar, kita segera ke sana”
Setelah mendekat, yang di temui bukanlah pulau dengan pemukiman, melainkan pulau dengan gunung berapi yang masih aktif.
            “Bagaimana ini kapten, nampaknya tidak ada penghuni pulau ini” kata salah seorang awak.
            “Kita turun dulu, mungkin ada bahan makanan yang bisa kita ambil untuk perjalanan” jawab kapten.
Sementara itu kapten masih penasaran dengan isi pesan yang ditemukannya di sekitaran kamar tidur El.
            Dengan adanya gunung api, kapten mulai berpikir tentang pulau api , selain pulau ini memiliki gunung api yang aktif, tanah  di kawasan ini berwarna cukup merah seperti mengandung banyak unsur logam.
“Cepat cari bahan bahan yang kiranya dapat kita manfaatkan, jangan cerobah, kita tidak tahu ada apa di pulau ini, yang jelas perasaanku anh ketika pertama datang ke sini, san satu lagi, jangan dekati gunung api itu” kata kapten.
“Baik kapten, lasanakan !!”
Kemudian kapten menjelajah ke tengah pulau dan berpisah dari rombongan, dan salah seorang awak mengikutinya diam diam.
            El yang menyadari bahwa kapten tidak sedang mengawasi, diam diam meninggalkan rombongan, sama halnya dengan kapten, yang dipikirkan oleh El adalah tentang pulau api seperti pada surat itu.
            Semakin ke tengah pulau semakin panas suhu permukaan tanah, terdengar juga suara gemuruh  yang tak jelas dari mana, seakan suara itu memantul dari segala arah, dan semakin ke dalam semakin gersang pephonannya, namun di tengah tengah pepohonan yang gersang terdapat sebuah tugu batu dengan sebuah simbol , simbol itu nampak tidak asing bagi kapten, seperti dia pernah melihatnya di suatu tempat
“bukan... bukan di peta itu, aku tahu aku pernah melihat nya , tapi bukan di peta itu” kata kapten dalam hati.
Kapten mulai merasa ada yang mengikutinya sejak tadi, dia mulai berati hati jangan sampai ada yang mengetahui niatnya, bahkan El sekalipun. Kapten terus berjalan hingga ada di goa di kaki gunung, di dalam sangat gelap namun tida habis pikir, rasa penasarannya lebih besar daripada rasa takut nya, kapten memberanikan diri memasuki goa dengan sebatang obor dari kayu. Kapten berani memasuki goa karena dalam pesan itu dikatakan bahwa “sang naga pulas tertidur di sebuah lubang”
            El pun tiba di luar goa yang sama seperti kapten, dia melihar seseorang yang sedang membuntuti orang lain, tak nampak jelas wajahnya, namun dari pakaiannya El yakin dia bukan kapten. Sebelumnya El sudah mencurugai kapten jika dia sudah melihat pesan rahasia milik nya, sehingga dia berhati hati.
            Didalam goa kapten menemukan sebuah pintu besar dari besi yang sangat keras
“mustahil membukanya, diperlukan 50 orang untuk mendorong ini, dan aku tidak mau permintaan ku dibagi untuk 50 orang” kata kapten.
Saat itu penguntit kapten muncul dan mengancam kapten dengan mengarahkan pisau ke lehernya.
            “dengarkan perkataanku!” kata penguntit itu yang ternyata awak kapalnya sendiri Carlo.
“Aku mengikutimu dari tadi, aku yakin kau membaca surat dalam botol itu, dan kau ingin mencari nya sendiri, tapi  mungkin kau kurang teliti membaca surat itu” kata Carlo.
            “Memangnya apa yang ku lewatkan? Ayolah, kita bisa bekerja sama” kata kapten.
“Kunci itu, kunci untuk membuka gerbang itu ada di sebuah kotok yang harus kita kirimkan ke timur, kotak yang kita dapatkan dari seorang nelayan yang kita tolong waktu itu, di bagian bawahnya terdapat benda aneh seperti kunci, aku sudah mengambilnya karena aku suka benda antik” kata nya.
“Apa kau bisa melawan naga seorang diri?” tanya kapten.
“Itulah yang kumau darimu kapten” jawab Carlo.
Mereka kemudian berhasil membuka pint itu, terdapat sebuah altar yang sangat besar di dalam, seekor naga yang besar muncul dari kegelapan dengan mata menyala dan mulut penuh api. Jauh diatas yang dibayangkan, 100 orang pun belum tentu dapat mengalahkannya , naga itu berkata
            “Apa tujuan mu kemari ?”
            “Kami hendak memohon permohonan kepadamu” jawab Carlo.
            “Memangnya apa permintaan mu?” jawab naga
            “Aku ingin hidup abadi” kata Carlo
Cling, seketika Carlo berubah menjadi batu “kini kau sudah abadi, kau punya niat jelek dalam permohonan mu itu, maka keabadian yang cocok untukmu adalah sebuah batu” kata naga.
“Kenapa kau merubahnya menjadi batu, baiklah aku minta aku memiliki kekuatan yang maha dahsyat dalam diriku” minta Kapten Acel.
Whusss, dan Acel menjadi seseorang yang sangat kuat, namun tidak lama kemudian naga menyerang Acel. Bruakkk...!!!
            “Kenapa kau menyerangku?” tanya Acel
“Kau tidak berhak memerintah ku lagi, aku bebas mau melakukan apapun pada mu” jawab Naga
“Baiklah ayo lawan aku, aku sudah kuat sekarang” sahut Acel
“Lucu sekali, mudah bagiku menghabisi mu, aku yang memberimu kekuatan, sebesar apapun itu tentunya aku lebih kuat, dasar naif” Jawab Naga
Whusss, kemudian Kapten Acel mati terkena serangan Naga.
            Tak selang lama El datang
            “Naga !! apa kau bisa mengabulkan permintaanku”
“Hei, siapa kau, aku tidak menyadari keberadaan mu, tidak seperti orang lainnya, aku tidak merasakan aura serakah dari mu, baiklah apa permintaanmu ” jawab naga.
“Aku tahu kami terdampar di tempat ini karena perbuatan kami waktu itu, salah satu awak kapal mencuri sebuah kotak milik seorang nelayan ketika menolong nya, sekarang dia sudah menjadi batu, jadi bisakah ku minta sebuah permintaan karena telah berhasil menemui mu”
“Baiklah, tapi hati ati dalam meminta, atau kau akan berakhir seperti mereka” kaa Naga
“Aku minta kami di kembalikan ke jalur perdagangan kami” minta El
“Hanya itu? Apa kau yakin tidak meminta kekuatan atau kekayaan”
Tanya naga.
“kabulkan saja itu, para awak kapal selalu jauh dari keluarga, satu dua hari sangat berarti untuk mereka di rumah, jadi kembalikan kami ke jalur utama kami sehingga dapat melanjutkan pelayaran dengan tenang seperti biasa, aku yakin mereka sudah mulai merindukan keluarga mereka”
Kata El
            “Baiklah kalau itu mau mu” clingg, kemudian naga mengabulkan permintaan nya dan semua kembali normal, hanya saja Kapten Acen dan Carlo sudah tewas di goa naga tersebut. El mencoba menceritakan semuanya pada awak kapal dan mereka sempat kaget, hanya saja itu tidak berlangsung lama, semua kembali normal da kapal dibawah pimpinan Kapten baru Kapten El.
            Tahun demi tahun mereka melanjutkan perdagangannya dan memiliki armada yang semakin besar, di tiap pelayarannya tidak pernah ada halangan satu apapun, mereka juga menjadi pelayar paling maju pada zamannya.


Cerpen ku temukan Cinta setelah Ice Cream Lumer dimukamu





Malam ini, malam minggu yahh sekarang malam minggu
Aku dirumah saja karena hujan turun dan ada petir menyambar-nyambar aku kedinginan dan mencubit kulitku dan rasanya masuk ketulangku Ddddeeeerrrrr !! tampaknya petir menyambar pohon cengkeh disebelah dekat rumahku.
 Tak henti petir pun menyambar dan terus menyambar..... aku mulai merasa takut ...
dan tak bisa tidur suara petir dan hujan dimalam yang gelap suasana pun terasa amat sunyi kini kesendirian  menghantui pikiranku.
Aku melihat  jam di hp ku, ternyata telah menunjukan 00.40 WIB. “ternyata sudah lewat  tengah malam “aku berkata dalam hati. 
Aku mencoba memejamkan mata tapi tetap saja rasa takut menjadikanku  tidak bisa tidur.
            Aku mendengar bunyi “kring kring”, itulah tanda ada pesan di Hp. Aku membawa Hp ku  ternyata dari kekasihku, Waluya. “HBD SELAMAT BERTAMBAH UMUR, sayangku, semoga panjang umur, sehat selalu, tambah cantik,tambah pintar,enggak nakal, enggak bawel tambah langgeng sama aku, tambah dissayang tuhan, orang tua, keluarga dan teman-teman, semoga selalu dalam lindungan ALLAH hanya itu yang bisa aku kasih ke kamu, ehh jangan lupa, besuk kita ke pantai, aku jemput dirumah kamu jam 08.00 WIB yahhh :* sms dari Waluya. Akupun tersenyum bahagia membacanya sms yang indah itu .
            Besok adalah hari ulang tahunku, tepat tanggal 5 Mei. Hujan disertai petir pun reda, hatiku merasa tenang akupun terlelap tidur. 
Pukul 04.00 alarm pun berbunyi. Aku terbangun, saat kubuka pintu dan beranjak dari kamar tidurku, sudah terdapat si munil si kucing kesayanganku yang sedang beteriak seakan memintaku untuk segera beranjak dari tempat tidurku 
Lalu aku segera bangun dan mengambil air wudhu dan segera melaksanakan salat subuh. 
Tak ku sadari aku tertidur ditempat sholat , karena memang masih mengantuk sisa semalam masih sangat terasa.
Tepat pukul 07.00 WIB ayah dan ibuku mengetuk pintu, aku masih tertidur pulas.
            Ayah dan ibuku membuka kamarku dan mematikan lampu. 
Dia memercikan air  ke wajahku, rasanya kaget sekali, hingga akupun ingin marah sebenarnya. 
Ayahku menyanyikan lagu “selamat ulang tahun” dan membawakan sebuah kue coklat dan diatasnya terdapat coklat berbentuk Princess lengkap dengan teman-temanya dan dua buah lilin yang bertuliskan angka satu dan angkat tujuh.
            Ibuku membawakan sebuah kotak besar yang dibungkus rapi memakai kertas berwarna pink warna kesukaanku bergambar balon dan bunga-bunga yang indah, aku terkejut dan senang sekali, lalu mereka mencium pipiku dan mengusap-usap rambutku sambil berkata “dasar anak manja! ” selamt ulang tahun sayang, tambah cantik dan pintar, enggak boleh nakal dan suka ngambekan lagi, jadi anak manja, 
aku pun menjawab ” iya ayah iya ibu aku tidak akan jadi anak manja lagi” 
“ ayo, sarapan sudah siap “ kata ibu. 
Kami langsung bergegas keruang makan dan makan bersma keluarga.
            Bel rumah berbunyi “ting-tong” ternyata Waluya dengan pakaian yang terlihat beda karena sangat rapi hari ini , aku melihatnya memakai jins coklat dan kemeja coklat bergaris dan jam tangan sporty nya terlihat sangat keren sekali, wewangian khasnya pun terasa sampai keruang makan, Waluya menepati janji  datang menjemputku. 
Aku langsung bergegas mandi, saat aku keluar dari kamar aku melihat ayah dan Waluya sedang berbincang-bincang diruang tamu dengan segelas cangkir berisi susu putih yang sudah habis, pertanda bahwa Waluya menunggumu sudah agak lama. Aku dan Waluya  pun berpamitan ke Ayah dan Ibu dan setelah mencium tangan ayah dan ibu kami segera berangkat ke pantai.
           Mobil Waluya perlahan mulai meninggalkan rumah , memang aku dan Waluya akan pergi kepantai di Kota kami 
Didalam mobil, Waluya mengucapkan kepadaku selamat ulang tahun lengkap dengan do'a yang baik. 
Waktu telah menunjukan pukul 10.00 WIB kami telah sampai dipantai. 
Pagi dipantai  memang pemandangan yang sangat indah. “Crrtt Crrtt” bunyi perutku. 
Apa kamu belum sarapan “kata Waluya” 
udah, tapi sekarang aku sudah lapar lagi” Jawaban. 
“dasar! Anak manja ! Jawab Waluya sambil mencubit hidungku.
             Kami pun langsung duduk disebuah warung kecil yang menyajikan berbagai menu makanan yang aku lihat memang sangat menggoda di beberapa menu yang dihidangkan. 
Saat Waluya kekamar mandi, Hp dia berbunyi satu sms masuk dan akupun berinisiatif untuk mengambil, aku fikir siapa tau sms penting dari orang tuanya atau siapa, maka aku pun membuka smsnya , namun ternyata isi smsnya dari seseorang yang tidak aku harpakan
 “hai sayang, aku sudah sampai dipantai nih
begitu hancur dan terasa pening dan kaku seluruh persendian ini “hatiku hancur dan air mataku berjatuhan di hari yang sangat special ini kenapa harus ternodai dengan kejadian ini. 
Waluya pun muncul dari kamar mandi , Aku mencoba membunyikan rasa hancurnya hati ini dan mengusap epat air mata yang memang terus mengalir agar tak terlihat  pada Waluya, aku pun mencoba melihatnya  dengan sebuah senyuman, meski aku tak jadi selera untuk makan dan meninggalkan begitu saja pesanan yang telah aku pesan, meski Waluya sempat merasa curiga akan tingkahku, akupun mencoba mmeberikan alasan yang masuk akal agar Waluya tidak mengetahui kejadian yang telah aku ketahui
Kami mulai berjalan-jalan kembali mengelilingi pantai, dan Waluya berinisiatif untuk membeli sebuah ice cream cornet rasa vanilla, memang ice cream corneto vanilla adalah rasa kesukaanku. 
Aku pun mulai membuka kemasan ice cream itu. Tampak dari jauh sana, ada seorang wanita cantik yang berlari-lari seraya berkata “Waluyaaaaaaaaaaaaaa!!”. 
jantung ini berdegub kencang dan akupun seperti mau pingsan saat kejadian yang sebenarnya sudah aku duga ini akan terjadi, tapi aku harus merasa kuat untuk mengetahui dan ingin segera tau apa yang sebenarnya terjadi .
             Wanita itu berada tepat disampingku dan berkata “hai Waluya, kamu udah lama menunggu ya ? ummbb ini siapa ?? apa kau bersama adikmu ya ???
Mendengar ucapan itu. kemarahan ku seperti tak tertahankan lagi . Aku pun lari masih sambil memegang es krim seakan ingin aku tumpahkan ice cream itu ke muka Waluya itu namun aku tahan dulu.  
dan ternyata benar wanita itu menunjukkan kalau dia memang sudah begiutu dekat dengan Waluya pun dengan sekuat nya aku melemparkan  ice cream itu kepada wajah Waluya
Sambil berkata “inilah tanda cintamu..?? kamu tega ya , dasar kau laki-laki bajingan, ternyata kau picik selama ini , kau selingkuh dibelakangku, kau pandai bersandiwara di belakangku, tapi apa salahku sehingga kau buat aku begini, Meleleh saat terkena sinar matahari, dingin saat disentuh, dan rasanya pun tidak enak saat dimakan sambil terus aku mengajungkan jariku dimuka Waluya  sambil terus berkata.
           dan Waluya tak ,membalas  semua ucapanku dia hanya tertunduk diam membisu hanya sesekali matanya melihat kearahku dan tak bisa berkata-kata
Sambil mengusap air mata aku pun berlari dan mencari taxi. Waluya  pun mengejarku dan sambil memanggilku berusaha untuk mencegahku pergi, tetapi  aku tidak menghiraukannya dan tetap berlari. 
aku membalikkan badanku dan aku berteriak sambil menangis "" KITA PUTUS, Aku tidak sudi kenal dengan bajingan sepertimu lagi, jangan kau harap bisa mengenalku dan mencoba untuk mendekatiku lagi, aku tak akan memafkanmu sampai kapan pun , ingat kau bajingan,,..
Sebuah taxi berhenti, aku langsung membuka pintu dan berkata pada pak sopir “ayo pak cepat segera tinggalkan kencangkan saja kalu perlu, semarang timur ya pak, agak cepat!”
            Di dalam taxiair mataku berjatuhan karena teringat masalah tadi. Sesampainya di rumah, aku langsung pergi ke kamar. aku mulai mencari barang - barang, atau apapun yang ada hubungannya dengan
Waluya, dan aku segera mencari korek api lalu membakar smua kenangan bersama
Waluya  di belakang rumah,.... 
Dan ibu melihat ku , sepertinya naluri seorang ibu tahu apa yang terjadi denganku, ibu mulai menasehatiku agar aku mulai berfikir dewasa dan bersabar, menghadapi proses hidup yang penuh dengan resiko , bahwa hidup bukan seperti saklar listrik yang dengan mudah kita menyalakan apa yang kita mau dan mematikan ketika kita tidak menginginkan hal yang tidak kita sukai terjadi dalam hidup kita, ibu menasehatiku banyak dan ibu juga mengingatkan kejadian kemarin - kemarin bahwa ibu punya feeling kalau
Waluya  bukan lah orang yang tepat untukku,namun aku yang saat itu sedang dimabuk asmara tidak mau menghiraukan apa yang menjadi nasehat ibu, kini aku mengerti akan apa yang seorang ibu hawatirkan , karna semua terbukti saat ini terjadi padaku. dan aku mulai tenang  menangis didekapan ibu dan bapak yang sejak tadi juga ikut memberikan kekuatan hati, agar aku bisa melewati kejadian - kejadian yang mungkin akan juga terjadi nanti suatus aat nanti, mungkin bukan hanya masalah percintaan tapi juga masalah kehidupan lain.   setelah aku dikuatkan oleh kedua orang yang sangat mengerti keadaanku aku menjadi kuat dan muali bisa berhenti meratapi kejadian itu.,  yahh aku harus bisa bangkit dan agar tidak keliahtan lemah dihadapan
Waluya, agar tidak semakin bahagia Waluya  melihat keterpurukanku.
yah ini sudah 3 malam sejak kejadian itu . aku menconba untuk menjernihkan fikiranku dengan menulis kejadian-kejadian untuk aku jadikan kenangan.
aku menjatuhkan tubuh ke kasur seraya mengambil buku diary dan menulis tentang kejadian yang paling pahit selama hidupku yang terjadi di saat hari yang paling berarti bagi diriku. Aku menulis diary sambil sesekali menangis, namun aku bisa ambil hikmahnya, mungkin ini yang terbaik untukku meskipun kenyataan putus dengan perselingkuhan ini harus terjadi sesudah dua tahun aku menjalin hubungan dan menyayangi dia…..
kenapa semua ini terjadi disaat hari bahagiaku ,  ...
Tapi kini aku bahagia sejak bertemu dengan teman SD ku yang telah lama pergi entah kemana, yah HASAN cowok imut dan tampan yang dulu memang menjadi juara kelas, dan sering mengikuti lomba - lomba mewakili sekolah,  dia yang  setelah sd waktu itu pergi ke kota lain untuk sekolah di sebuah pesantren, dan ketika dia pulang kami secara tidak sengaja di masjid dekat rumahku, yah memang dia adalah teman sd ku yang juga tetanggaku, yang memang rumahnya lumayan jauh dari rumahku. dan akhirnya kami pun mulai dekat sejak saat itu,

Cerpen Wanita Sholikhah Mutiara Surga





Mentari pagi telah melambaikan sinarnya kembali.
Ditemani nyanyian merdu burung gereja pagi.Semua orang telah beranjak untuk pagi yang berseri,memulai aktivitas diatas kursi hingga petang hari,meninggalkan buah hati dan suami untuk selembar kertas gambar pahlawan.Terkecuali aku yang masih sendiri menjalani hidup di dunia ini.
Oh tuhan kapan kah kau kirimkan malaikat pemilik hati ini ??? yang menemani saat kubersimpuh diatas ssajadah usang ini ? yang mengajarkanku dan membimbingku dissisa hidup ini ? yang membangunkanku dan membukakan semua pintu di dunia ini? kukan slaalu menunggu jawabnmu atas pertanyaanku ini ?. 
Namun jauh diatas sana dilangit ketujuh terbuka pintu untuk ribuan doa dari seluruh penjuru umat manusia didunia,dan seperti panah yang diluncurkan oleh arjuna doa ini samapai kepada-Nya dan terjawab oleh kalimat “Ya”.Pukul 08.00 pagi.
Saatnya memulai aktivitas hari ini,namun entah mengapa aku merasa ada yang aneh disini ? seakan banyak hal tak terduga yang terjadi.Mungkinkah ini jawaban atas semua untaian kata dalam setiap sujudku pada 1/3 malam suci yang selalu dinanti? Mungkinkah itu?.
Pagi ini mungkin dapat dibilang hari mengesankan juga hari kesialan,bangun kesiangan,meeting mendadak dengan client,serta adanya beberapa schedjule yang membuatku gila dibuatnya…
sehingga tanpa kusadari aku memacu mobilku dengan kecepatan tinggi bak pembalap F1 sedang merebutkan kejuaraan, walaupun aku  adalah seorang wanita namun dalam hal kemampuan mengendarai mobil tentunya tidak dapat diremehkan dan itu juga sudah diakui oleh beberapa temanku,namun entah mengapa saat aku melintasi persimpangan jalan didaerah kemyoran, gadgetku berbunyi memangilku untuk segera menanggapinya menyebabkan fokus dalam otak.ku terbagi menjadi dua.
Sehingga tak sengaja aku menabrak seseorang yang pemuda berdasi rapi memakai jas hitam sepatu mengkilap yang entah mengapa tiba-tiba  nampang didepan mobil sedanku, hingga ia tersungkur didepan lampu sign ...CITTTTTTTTTTTTTTT begitulah suara rem yang kuinjak beberapa saat yang lalu…mobilku oleng hingga akhirnya berhenti karena menabrak trotoar pembatas jalan.
Syukurlah tidak terjadi apa-apa pada diriku hanya suara detak jantung yang semakin keras seperti suara kicau burung yang bersahut-sahutan didalam sarang .Buru-buru aku keluar dari  mobil dengan tujuan  melihat keadaan orang tadi,,ternyata dia sedang terkapar lunglai dijalan dengan dirubungi beberapa orang,walaupun sudah lunglai dia masih tidak kehilangan nafsu bicaranya,  bukanya disambut dengan obrolan yang lembut aku malah disemprot dengan omelan garangnya, tidak hanya orang ini namun juga orang-orang disekitarnya,ditambah lagi dengan  bentakannya  seperti singa yang gak pernah dikasih makn 7 hari7malam. Karena aku merasa akulah orang yang patut disalhkan dan siap bertanggung jawab atas orang ini,maka kuputskan untuk membawanya kerumah sakit,iya atau tanpa persetujuannya toh nantinya apabila orang ini kenapa-napa aku juga yang repot, pikirku.Selama perjalanan hanya ada keheningan dan deru  suara ac mobil yang sedikit bermasalah.
Hingga pada akhirnya aku tiba di salah satu rumah sakit dikawasan Jakarta,saat aku ingin membantunya untuk turun dari mobil  menuju ke UGD,entah mengapa ada hal yang berbeda,aku tak sengaja menatap wajahnya,merasakan ada energi berbeda didalam wajah itu, membuat energi yang entah dari mana asalnya menjalar keseluruh tubuhku melalui nadi dan berhenti di pelupuk hati,aku tak tau perassaan apa ini ?aku merasakan detak jantungku berdenyut lebih cepat,dan tak terasa kringat dingin keluar dari pori-pori kulitku,hingga aku tersadar dari lamunan kekagumanku, untungnya dia tidak melihat pipi tomat ku yang sempat memerah karenanya,oh tuhan bayangkan saja jika ia tadi melihat ekspresi kekagumanku,pasti malu aku.
Cepat-cepat kubantu dia masuk ruang UGD dengan memapahnya,menyerahkannya ke suster yang telah siap berjaga dibalik tirai biru itu.
Terdengar beberapa kali jeritan kesakitan dari balik tirai ,yang membuatku sedikit merinding dibuatnya.Setelah beberapa saat munculah pemuda yang bisa dibilang lumayan tampan,gagah,tinggi yang mungkin tadi membuatku sedikit terkagum-kagum,ingatya hanya sedikit,sedikit!.dengan tertatih ia berjalan dengan beberapa balutan di kepala tangan dan kaki tapi itu tidak membuat kadar ketampananya berkurang,hanya  saja jika teringat tadi waktu dia mengoceh seperti burung beo 
 pagi tadi mebuatku sedikit ragu dan ilfil melihat dia.Yang benar saja masa’ cowo bawelnya ngalahin cewe? Itu cowo atau cewe?.tapi tanpa kuduga dia segera menghampiriku...dan menyapaku ’hei embak.mbak  tadi ya yang nabrak saya?’ ‘iya.emang kenapa mas mau ngomel lagi ? kaya tadi pagi?
belum puas mas,ngomelnya ?mau ditambah lagi ngomel-ngomelnya ke saya  di tempat umum gini,gak malu mas ngomelin cewe di tempat umum begini ?’ sontak dia tersenyum  lalu menjawab dengan nada yang lembut yang gak bisa ku duga-duga sebelumnya’embaknya sotoy dech... enggaklah saya malah mau ngucapin terimaksih sekaligus permintaan maaf, tadi saya merasabersalah ngebentak-bentak  mbak didepan umum walaupun sebenernya kalau dipikir-pikir mbak  juga salah loh...’kontan saja aku terategun mendengarnya berasa seperti lagi ngedengerin bidadari surga lagi nyanyi lembuttt banget .
Percakapanpun kembali berlanjut hingga kuketahui dia bernama haekal, percakapan  berlanjut di mobil kita dari membicarakan hal yang penting hingga hal-hal yang tidak penting asalkan Pwlah.
Dari situ aku tau sedikit tentang dia ternyata dia tidaklah seperti yang aku pikirkan pertamanya.Dia orang yang menyenangkan,friendly, sangat perhatian,rammah,cerdas,asik,tidak mebosankan,dan yang terpenting dia adalah orang  yang beriman dan tidak neko-neko dan menghargai wanita tipeku bangetlah.
Akhirnya aku menghantarkanya pulang,kasian juga lihat dia jika harus pulang dengan keadaan seperti itu.namun percakapan dan proses pdkt kita tidak berhenti saampai disini,kita masih sering chat bareng lewat via sms bahkan beberapa kali kita jalan bareng diwaktu senggang.hingga pada suatu ketika kita menyempatkan diri jalan berdua menyusuri luasnya jakarta dengan sepeda tua. 
Bersendau gurau bersama melepaskan penat kerja mengobati rasa rindu yang sudah lama tak bertemu.Di situ dia tanpa kuduga memberiku kejutan yang sangat berarti dalam hidupku  yang kupercaya akan menjadi sejarah dal kehidupanku dan dia nantinya,setangkai bunga ia perssembahkan padaku dibawah pohon bringingin tua di tepi kota yang ditemani suara riuh burung-burung gereja ,bahkan sang suryapun ikut tertawa ditemani angin sepoi yang menari-nari melihat sepasang insan beradu kasih dibawah sana.
Bunga indah yang melambangkan cinta sejati kesetiaan dan kebahagiaan yang abadi dialah setangkai mawar putih.Aku tersipu malu melihatnya,tak menduga orang yang kukagumi ternyata  juga menggagumiku oh tuhan inikah jawaban atas untaian kata disetiap sujud senjaku yang selalu kupanjatkan pada 1/3 malam terakhirmu ? 
ooh.........Tuhan jika ini memang karuniaMu jika ini takdirmu restuilah dia untuk selalu melindungiku.
Dan sebuah kata terucapn dari bibirnya ’wahai engkau mutiara surga ,dalam permata akhlak mulia, engkaulah perhiasan terindah didunia yang kutemui sepanjang kaki ini melangkah, sepanjang mata ini melihat,dan sepanjang nafas ini berhembus.
Maka wahai engkau wanita sholehah yang akan slalu kukagumi dan cintai, maukah engkau menjadi mukmim dalam setiap sholatku,menjadi ibu dari anak-anakku,dan menjadi orang pertama yang berada disampingku saat pertama mata ini mulai terbuka.hei.preety girl,what you me mind ?”saat itu aku mulai menangis haru disitu aku merasa bahwa tuhan tak pernah melupakanku ataupun mengabaikanku,aku tersadar bahwa dulu aku slalu merasa menjadi orang yang tak pernah mensyukuri karunia nya tak percaya akan takdirnya dan kini aku percaya bahwa sebuah impian kepercayaan doa usaha akan membuat lamunan dalam impian menjadi kenyataan.