Showing posts with label drama. Show all posts
Showing posts with label drama. Show all posts

Naskah Drama Persahabtan : Pentingnya Persahabatan




Rini adalah anak baru pindahan dari sebuah sekolah didesanya, ia pindah ke kota tinggal bersama tantenya. Di kota Rini disekolahkan bersama saudara sepupunya Feby.
Feby : eh lo, kalo disekolah lo nggak usah ya nyapa gue. Apalagi sampai main deket-     deket sama gue
Rini : memangnya kenapa kak?
Feby : eh lo itu harunya nyadar donk, masak orang secantik gue mainnya sama orang udik kaya lo ini?hellooo harusnya lo itu sadar diri
Rini : i..iiya kak
Feby : ya udah deh kalo lo paham, gue mau berangkat dulu
(Rini mengikuti Feby di belakang)
Feby : eh eh lo mau ngapain ngikutin gue?
Rini : katanya mau berangkat?ya saya ikutlah kak
Feby :enak aja lo, nggak ada acara berangkat bareng
Rini : tapi kata tante?
Feby : udah deh rin, nggak usah dengerin kata mama. Lo sekrang berangkat sekolah naik angkot aja, ogah banget gue satu mobil sama lo
Feby pun berangkat dengan mobilnya itu, sementara Rini? Dia pergi ke sekolah naik angkot. Sesampainya di sekolah Febypun bertemu dengan teman-teman genk-nya itu.
Feby : hay cantik, gue telat ya
Timmy : enggak kok, kamu kemana aja sih kok baru dateng?
Feby : aduh sorry soalnya tadi ada problem dikitlah, biasa tahukan?
Caramel : ok fine, udah selesai belum nih? Gue capek dari tadi berdiri terus dengerin celometan kalian itu
Feby : aduh caramelku sayang, jangan bete gitu donk. Iya deh maafin kita ya, kamu jangan badmood gini donk
Timmy : iya mel, cowok kayak si Leon nggak usah dipikirin lagi. Belum ada sejarahnyakan seorang caramel itu galau
Caramel : rese ah lo semua
Feby : caramel sayang, kamu bener-bener cinta ya sama si Leon?aduh emang ya nggak salah gue milihin cowok buat kamu. Kalo kamu masih cinta nanti gue minta leon deh buat  balikan lagi sama lo
Caramel : iih apaan juga sih lo feb, emangnya gue cewek apaan? Nggak usah deh lo mohon-mohon sama si Leon buat balikan sama gue.
Timmy : terus kenapa lo cemberut mulu sih?
Caramel : gue pengen bikin perhitungan sama cewek yang udah berani-beraninya ngerebut leon dari gue
Feby : ooww sepertinya permasalahannya bakalan panjang nih
Timmy : iya sih mel lo bener, kita harus bikin perhitungan sama itu orang
Sejak putusnya cinta antara caramel dan leon, caramel memang sudah banget untuk move on. Dia sangat mencintai lelaki itu, dan ia mendapat kabar dari salah seorang temannya bahwa leon memutuskannya karena ada pihak ketiga.
Caramelpun akan mencari cewek yang dengan berani-beraninya merebut cowoknya itu. Ia akan ngebuat hidupnya tidak tenang. Rini murid baru di sekolah Feby, dan ternyata rini satu kelas dengan feby saudaranya itu.
Silvi : anak-anak, hari ini kalian kedatangan teman baru. Perkenalkan dirimu nak
Rini : perkenalkan nama saya rini, saya pindahan dari kampung
Timmy : pantesan penampilannya cupu gitu
(rini hanya diam mendengar ucapan timmy teman barunya itu tentang dirinya)
Silvi : sudah rin?
Rini : sudah bu
Silvi : ya sudah kalo begitu kamu duduk di sebelah karina
(ibu guru menunjukkan posisi duduk karina)
Karina : kenalin gue karina
Feby : feby
Karina : gue seneng deh akhirnya punya temen sebangku juga
Caramel : eh lihat tu si cupu ketemu sama saudaranya hahaha
(sekelas tertawa)
Silvi : diam semuanya!! Baik anak-anak kita lanjutkan pelajaran kemarin ya
Bu silvipun melnjutkan pelajaran, semua murid terlihat tenang mengikuti pelajaran ibu silvi.
Silvi:anak-anak jangan lupa kerjakan pr-nya, ibu nggak mau denger besok ada yang belum mengerjakan
Anak-anak : baik bu
Ibu  silvipun pergi meninggalkan ruang kelas, anak-anak pergi berhamburan keluar kelas untuk sekedar membeli makanan maupun lainnya. Rini tidak keluar kelas, ia membawa makanan dari rumah.
Karina teman sebangkunyapun tak lupa ia tawarkan makanan yang  ia bawa dari rumah, ia merasa tidak enakan jika ia hanya makan sendiri.
Rini: nih cobain deh kue buatanku
Karin:iya rin makasih, aku mau beli makanan aja di kantin. Gue pergi dulu ya rin
Rini:iya kar, hati-hati ya
Karina pergi meninggalkan rini sendiri di dalam kelas, tiba-tiba saja feby menghampiri rini yang sedang duduk makan bekalnya tadi.
Feby:eh bagi duit donk!
Rini:nggak ada kak
Feby:udah deh rin, emang gue nggak tahu lo tadi dikasih uang sama mama. Mana uangnya?
Rini:tapi kak, kamukan juga udah dikasih uang juga sama tante, malah lebih banyakan kamu
Feby:rese banget sih lo
Timmy:feby ngapain sih lo deket-deket sama si cupu(timmy baru datang)
Feby:minta duitlah, ngapain lagi
Timmy:udah yuk kita pergi aja, si caramel dari tadi ngomel-ngomel mulu tu
Timmy dan feby-pun pergi meninggalkan rini, beruntung tadi timmy datang sehingga feby tidak meminta uang sakunya rini.
Feby:ada apa sih mel?
Caramel:lo tahu nggak si Leon dimana?daritadi gue nggak ngeliat dia, mana gue chat nggak di bales
Feby:cie ada yang kangen nih
Caramel:apaan sih feb, rese deh!
Feby:sorry-sorry, diakan ikut lomba basket. Lo lupa ya?
Caramel:yang bener lo?tapikan setidaknya dia bales dulu kek chat dari gue
Timmy: kayak lo nggak tahu aja sih mel, mantan lo si dava aja yang ketua basket malah nggak pernah ngebales chat-an lo bukan?apalagi si Leon yang Cuma wakilnya
Caramel:iya sih, kalian bener juga
Tiap detik caramel selalu saja melihat HP-nya, dengan harapan si leon akan membalas chat-nya. Tapi nasib berkata lain, chat dari caramel tidak pernah dibukanya. Sesibuk itukah leon?apakah tidak ada waktu untuknya untuk membalas chat dari caramel?
Ataukah leon benar-benar marah dengan caramel?akankah cinta caramel dan leon akan berakhir?seorang caramel tidak akan mungkin melepaskan lelaki yang dicintainya itu dengan mudahnya, apalagi hanya karna permasalahan yang sepele.
Mungkin pertikaian ini terjadi karena ulah caramel sendiri, tapi bagaimanapun caramel akan membuat leon kembali lagi kepangkuannya. Ia tidak ingin kehilangan leon seperti ia kehilangan dava waktu dulu.
(keesokan harinya)
Murid-murid dikelas rini sibuk mondar-mandir untuk mengerjakan tugas dari bu silvi kemarin, Rini?dia sudah mengerjakannya semalam.
Silvi:anak-anak PR yang kemarin ibu kasih sudah dikerjakan?
Anak-anak:sudah bu
Silvi:kalau begitu kumpulkan ke depan, lalu kalian diskusikan halaman 35
Anak-anakpun segera membentuk kelompok, feby seperti biasa dia bersama genk-nya. Sedangkan rini hanya bersama karina. Ketika jam istirahat rini dipanggil bu silvi ke kantor guru, perasaan gundah gulana menyelimuti perasaan rini.
Rini:permisi bu, ibu tadi memanggil saya?
Silvi:iya rin, silahkan masuk
Rini:ada apa ya bu?
Silvi:ibu lihat nilai kamu bagus-bagus, kamu mau tidak mewakili sekolah kita untuk ikut olimpiade tingkat kabupaten
Rini:yang bener bu?
Silvi:iya rin, nanti kamu akan saya bimbing
Rini:iya bu saya mau, terima kasih bu. Ibu sudah memberikan kepercayaan tersebut pada saya, saya janji tidak akan mengecewakan ibu silvi
Rinipun bersungguh-sungguh mengikuti bimbingan dari bu silvi, sampai akhirnya hari yang ditunggu itupun tiba. Rini yang pintar berhasil memenangkan juara 1, mengalahkan sekolah-sekolah yang lain. Rini senang karena bisa mewakili sekolahnya dan berhasil menjadi juara.
Sejak kemenangan rini, rini menjadi terkenal disekolahnya. Genk caramel yang sekarang popularitasnya merasa tergeser oleh rini, mencoba mencari-cari kesalahan rini agar ia tidak terkenal seperti mereka.
Timmy:eh lo jangan sok kecantikan deh, mentang-mentang lo juara 1 gitu
Feby:iya tuh, lo itu cupu you know that?nggak usah bermimpi jadi famous kayak kita ini
Caramel:awas aja ya lo tebar pesona sama cowok-cowok disekolah ini!
Rini:iy..iya kak
Genk caramel mencoba untuk memberikan ancaman kepada rini, dengan harapan popularitas mereka tidak tergeser akan kehadiran rini.
Feby:eh mel, ini kok kayak si cupu ya?
Timmy:mana liat?
(timmy dan caramel melihat sebuah foto yang mirip rini dengan leon)
Timmy:iya nih, kok fotonya sama si leon sih?
Caramel:kurang ajar dia
Caramel yang sedang emosi pergi menghampiri rini, ia tidak percaya bahwa cewek yang  deket dengan leon adalah rini. Cewek cupu yang sekarang tenar karena kemenangannya menjadi juara 1.
Caramel:maksud lo apaan hah!
Rini:kamu ngomongin apaan sih mel?aku bener-bener nggak tahu
Karina:eh lo jangan gitu donk, ngomong baik-baikkan bisa nggak pake teriak-teriak segala
Caramel:eh gue nggak ada urusan sama lo(sedikit mendorong karina)maksud lo apa deketin si leon?hah!(bentaknya pada rini)
Rini:aku hanya berteman dengannya
Caramel:awas aja lo kalo lo rebut dia dari gue!!
Caramelpun pergi karena rini tidak menjalani hal yang cukup serius dengan leon kekasih pujaannya itu.
Rini:kamu nggak apa-apakan kar?
Karina:gue nggak apa-apa kok
Berita caramel melabrak rini sampai ke telinga leon, leonpun menjadi semakin marah dengan ulah caramel. Menurutnya sikap caramel tidak dewasa, hanya mementingkan ego semata. Leonpun mengirim sebuah pesan singkat kekecewaannya pada caramel.
From : Leon Sayang
      Gue kecewa banget sama lo mel, harusnya lo nggak ngelakuin hal itu sama Rini!dia itu nggak salah apa-apa. Emang salah gue deket sama dia?sifat lo ini yang bikin gue ilfeel sama lo mel, kalo lo nggak bisa ngerubah sikap lo mending kita udahin aja hubungan kita ini
Mendapat pesan dari leon, sontak caramelpun menjadi semakin membenci rini. Karena sekarang leon menjadi benci dengannya, ia tidak tahu harus menumpahkan kekesalannya ini pada siapa. Jika ia melampiaskan pada rini, leon tidak akan memaafkannya.
Caramelpun akhirnya pergi jalan-jalan agar fresh kembali setelah permasalahan yang dihadapinya akhir-akhir ini menjadi semakin rumit.
(dirumah)
Caramel:eh itu kok kayak si cupu ya?
Timmy:iya tuh, kok masuk ke rumahnya feby ya?
Timmy dan caramel yang tidak sengaja lewat di depan rumah feby tidak sengaja melihat rini masuk kerumah feby. Mereka bingung ada hubungan apa antara feby dan rini. Sampai akhirnya mereka harus memendam rasa penasaran mereka sampai di sekolah.
Caramel:ada hubungan apa lo sama si cupu itu?
Feby:cupu?hahaha...ada-ada saja sih kamu ini sayangku, gue nggak ada hubungan apa-apa sama si cupu
Caramel:udah deh ngaku aja!
Timmy:kemarin kita ngeliat dia masuk ke rumah lo!lo sepupunya si cupu itukan?
Feby:iy..iya tapikan..
Caramel:dasar lo pengkhianat!
Feby:tunggu mel gue bisa jelasin
Caramel:lo punya waktu 2 menit buat ngejelasin!
Feby:2 menit?mana cukup?
Caramel: 2 menit atau tidak sama sekali
Feby:ok fine, gue emang sepupunya si cupu. Gue emang nggak setuju si cupu itu satu sekolah sama gue, tapi nyokap maksa gue buat bisa nerima kahadiran cupu di hidup gue. Gue nggak pengen kalian ninggalin gue gara-gara gue punya saudara cupu, so gue nyembunyiin semuanya dari kalian guys
Timmy: lo parah banget feb
Feby:sekarang kalian udah tahu, please jangan ninggalin gue L please mel
Caramel:gue bingung, timmy mending lo urusin deh tu si feby. Gue udah males
(caramel pergi menjauh dari feby dan timmy)
Feby:gimana ini my
(timmy hanya mengangkat bahu tanda tak tahu)
HP caramel kembali berbunyi, pesan dari leon
From:Leon Sayang
      Lo jangan pernah kembali ke Caramel yang dulu ya, gue lebih seneng ngeliat lo yang sekarang ini. Gue minta maaf karena belum bisa ketemu sama lo, tapi gue harap lo bisa seperti ini terus ya say. Jangan suka bikin masalah sama orang-orang, cari teman itu susah say, lo baikan ya sama si Rini., love you say J
Caramelpun tersenyum-senyum sendiri setelah membaca pesan dari leon, tiba-tiba saja dibelakang terlihat timmy dan feby yang menghampirinya.
Feby:lo kenapa mel senyum-senyum gaja gitu?
Timmy:kesambet kali
Caramel:enak aja lo my, siapa juga yang kesambet (muka cemberut)
Timmy:terus kenapa
Caramel:liat deh (menyodorkan HP-nya) akhirnya Leon nggak marah lagi sama gue girls
Feby:cie yang udah nggak marahanJ , berarti lo udah nggak marah lagi donk sama gue?
Caramel:enggak kok, maafin gue juga ya feb
Feby:it’s ok baby
Tiga sahabat itupun berpelukan, caramel sekarang sudah bisa berubah 1800 karena leon. Walaupun sekarang sudah tidak membuat onar, tapi seorang caramel masih tetap famous karena kebaikannya.
Caramel:gue mau minta maaf sama lo rin, selama ini gue udah salah banget sama lo
Feby:iya rin, gue juga selama ini udah jahatin lo terus
Timmy:gue minta maaf rin
Rini:iya, aku maafin kalian semua kok
Feby:thanks ya rin
Caramel:o iya gue juga mau minta maaf sama lo kar, gue pernah ngedorong lo dulu
Karina:it’s ok lah, nggak apa-apa lagi
Merekapun akhirnya berteman baik, tidak ada permusuhan diantara mereka. Karna memang sejatinya sahabat lebih penting daripada permusuhan. Musuh mudah untuk dicari, tapi sahabat?iya sangat susah untuk dicari
Kabar leon?dia memang sudah lama sekali tidak pernah terlihat, sudah seminggu juga caramel lost contact dengan leon. Perasaan gundah pasti menyelimuti gadis cantik ini, ketika seorang pacar tidak memberi kabar selama seminggu.
HP caramel berbunyi, dengan sigap caramel segera mengambil HP-nya dengan harapan yang menghubunginya adalah leon kekasih pujaannya. Tapi yang menghubunginya bukan leon, melainkan dava mantannya. Dava mengirimkan sebuah pesan singkat yang sontak membuat caramel terpukul.
From:Dava
      Mel, gue mau ngasih tahu sama lo. Gue harap lo jangan kaget ya, Leon meninggal mel. Dia meninggal karena kecelakaan waktu pengen nyamerin lo semalem, dia pengen bikin kejutan sama lo karena lo udah berubah. Sorry mel kalo gue baru ngasih tahu lo sekarang, lo yang kuat ya mel. Gue juga terpukul kehilangan teman dan partner seperti dia.
Setelah membaca pesan singkat itupun caramelpun menjatuhkan HP-nya, ia benar-benar sangat terpukul mendengar berita ini. Feby dan Timmy heran melihat caramel dengan mata berkaca-kaca, dan HP yang berada dibawahnya
Feby:mel lo kenapa?
Timmy mengambil HP yang jatuh didekat kaki caramel, timmypun membaca pesan dalam HP itu. Timmy pun langsung memasang ekspresi terkejut dan memberikan HP itu pada feby.
Feby:apaan sih my?
Timmy:nih, lo baca aja sendiri(memberikan HP pada feby)
Feby:astaga, leon?lo yang sabar ya mel
Timmy:lo jangan sedih gini mel, leon pasti sedih kalo lo juga sedih
Caramel:kenapa leon pergi secepat ini sih?kenapa nggak gue aja?
Feby:lo nggak boleh ngomong kaya gitu, pamali tau
Tiba-tiba saja rini menghampiri ketiga sahabat itu dengan membawa sebuah kotak ditangannya.
Rini:mel, ini (memberikan kotak pada caramel)
Caramel:apa ini? (membuka kotak) cincin?cincin siapa ini rin?
Rini:itu cincin leon buat lo, cincin yang pengen dia kasih ke lo, dia pengen ngelamar lo
Caramel langsung menangis sejadi-jadinya, ia tidak percaya bahwa lelaki yang selama ini bersamanya dan selalu di sia-siakannya ternyata serius menjalin cinta dengannya. Ia sangat terharu dengan pengorbanan leon, tapi sayangnya leon kini sudah tiada.
Cincin itu tidak akan dipakaikan leon di jari manis caramel, kisah cinta mereka benar-benar berhenti sampai disini. Tapi caramel bersyukur karena tanpa leon dia tidak mungkin berubah seperti ini, dan mungkin ia tidak akan bersatu dengan rini.
Caramel percaya, bahwa di setiap cobaan yang ada pasti ada hikmahnya. Mungkin leon telah meninggalkannya untuk selamanya, tapi sekarang dia punya banyak teman dan yang paling penting adalah dia bisa berteman dengan rini si gadis cupu.



Naskah Drama dalam Bahasa Jawa Bertema "Persahabatan dan Percintaan"




Babak 1
            Isuk iku, Kinar lan Thalita lagi lungguh ing njeroning kelas. Dereng wonten murid sing teko sakliyane wong loro kuwi.
Thalita : “Nar, pelajaran dino iki ono pr nggak ?”
Maudy : “Sek, tak delok e disek.” (Langsung njupuk buku ing tas.e) “Kayak e se ora ono.”
                  Naura melbu ing njroning kelas.
Naura : “Assalamualaikum.” (Salam Naura ing ngarepe lawang kelas)
Thalita lan Kinar : “Waalaikumssalam.”
Naura : “Kalian lapo rek ?”
Thalita : “Enggak, gak lapo-lapo kok.”
            Naura langsung lungguh ing ngarepe bangkune Thalita lan Kinar.
Thalita : “Ra, dino iki ora ono PR utowo ulangan kan ?”
Naura : “Sek sek,” (Ambek mikir-mikir) “Ono ! dino iki ulangan IPA !”
            Naura langsung ngetokake buku catetan IPA sing ono ing njero tas e lan langsung sibuk moco catetane. Rodok suwe, Naufal melbu ing njroning kelas.
Naura : (Ngguyu-ngguyu dewe ndelok Naufal melbu)
Thalita : “Fal, engkok awakmu konsultasi tugas BI a ?”
Naufal : (lungguh ing panggonane) “Iyo, opo o i ?”
Thalita : “Nggak, nggak po po kok. Mek takon tok.”
Maudy : “Fal, sing wingi iku temenan a ?” (Pitakon Maudy kaleh ngekek i kode marang Naufal)
Naufal : “Nggak usah ndek anggep serius masalah wingi iku, aku mek guyon tok kok.”
            Lalu, Erick melbu ing kelas, lan langsung lungguh ing panggonane.
Erick : “Maudy, ono sesuatu sing kate tak kekno nang awakmu.”
Thalita : “Kate ngekek i opo awakmu ?”
Erick : “Aku nggak bicara sama kamu, pingin eroh ae. Maudy ae biasa.”
Maudy : “Emang kate ngekek i opo se ?”
Erick : “Engkok ae.”
            Ing tengah-tengah pelajaran, Erick maringaken buku pelajarane marang Maudy.
Thalita : “Opo iku Dy ?” (Ngintip bukune Erick)
Maudy : “Coklat maneh ??” (Maudy ngomong alon)
Thalita : “Maneh ? arek iku pingin awakmu gendut paling, kok ngekek i coklat terus hehe.”
Maudy : “Iyo paling, hehe.”
Babak 2
            Pas wektune wangsul sekolah, Thalita, Maudy, lan Diaz lungguhan ing tangga lan ngerjakake tugas BI.
Thalita : “Dy, awake dewe sido dolen nandi ?”
Maudy : “Nggak Ngerti, aku melok Adam ae. Nyacak Takok o Adam.”
Thalita : “Oke.” (Langsung ngalih nang panggonane Adam)
Diaz : “Emange awakmu kate nandi se rek ?”
Maudy : “Kate dolen. Ayo melok a yaz ?”
Diaz : “Enggak wes, males i aku.”
Maudy : “Yowes lek ngono.”
Diaz  : “Dy, aku mulih dikek yo. Tugas e garek mek titik.” (Langsung ngalih) “Dah Maudy.”
Maudy : (Melambai nang Diaz)
Babak 3
            Naura, tiba-tiba mlayu ngampiri Maudy.
Naura : “Dy, delok en talah. Kaet maeng erick narik-narik tasku terus.” (Wajah cemberut)
Maudy : “Erick !!” (Mendeliki Erick)
            Thalita mlayu nang  Maudy lan Naura.
Naura : “Ono opo Tha ?”
Thalita : “Uwes, ayo budal. Jare adam awake dewe nonton nang matos.”
Maudy : “Yowes, ayo budal.”
            Ing njeroning angkot perjalanan nang matos. Thalita mbisiki Maudy.
Thalita : “He, tak kandani. Awakmu engkok ojo terlalu cedek-cedek karo Erick.”
Maudy : “iyo, aku yo gak kepingin terlalu cedek karo areke.”
            Ing njeroning bioskop, Erick lan Maudy terus cekel-cekelan tangan. Thalita dadi pegel, tibakno Maudy ora ngrungokake opo sing diomongno maeng.
Thalita : “Dy, yokpo lek ojo gandengan tangan terus?”
Maudy : “Uwes tak cobak ngeculno tha, tapi tetep ae areke gak gelem ngeculno.”
Thalita : “Yo nggawe  alasan njupuk ngombe tah yokpo ngono cek iso ngeculno.”
            Akhire Maudy ngeculake tangane Erick.
Erick : “Lho, opo.o kok diculno ?”
Maudy : “Gak popo o kok.”
Erick : “Yoweslah gak popo lek ancen awakmu kepingine ngono.”
            Film wes entek, bocah-bocah kumaeng podo mulih.
Babak 4
            Isuk.e, kayak biasane. Murid-murid pada pelajaran. Ing sela-selane pelajaran, guru mbagikake hasil try out. Sawise ndeleng hasil try out, Maudy kaget amarga nilaine Erick mudun. Maudypun mboten ngreken Erick.
Erick : “Maudy....”
Maudy : “Hmmm...”
Erick : “awakmu opo.o ? diceluki kok gak ngreken ngunu.”
Maudy : “Gak popo, biasa ae.”
            Amarga bingung ambek sikape Maudy. Erick nakokake masalah kuwi marang Naura.
Erick : “Naura, aku oleh takon a ?”
Naura : “Iyo, takon opo ?”
Erick : “Koro-kiro Maudy iku  opo.o yo ? akhir-akhir iki sikape aneh nang aku. ”
Naura : “Mungkin gara-gara awakmu nglakokno hal sing nggarai areke mangkel utowo opo ngono, aku kan nggak begitu eroh.”
Erick : “Koyok.e se sak elengku aku nggak nglakokno hal sing nggarai areke mangkel.”
Naura : “Yo cobak takono nang konco cedek.e.”
Erick : “Iyo tak cobak.e”
            Sawise kejadian maeng, Erick takon nang Diaz.
Erick : “Diaz, Maudy opo o se, koyok e lagi ndue masalah”
Diaz : “Guduke lagi ndue masalah, lek menurutku se koyok e Maudy mangkel nang awakmu gara-gara nilai Try Out mu mudun.”
Erick : “O iyo, bisa jadi.”
Babak 5
            Amarga sikap Maudy sing cuek, akhir-akhir iki Erick sering cerita ambek Naura. Ndelok kecedekane arek loro iku, Naufal ngrasakake hal sing aneh. Akhire Naufal nakokake hal iku nang Naura.
Naufal : “Naura, awakmu ono hubungan opo karo Erick ?”
Naura : “Gak ono hubungan opo-opo, aku ambek Erick iku mek koncoan tok.”
Naufal : “Yowes, kali iki aku percoyo nang awakmu”
            Amarga ngerasa tetep ragu, akhir-akhir iki Naufal sering cerita tentang Naura Nang Maudy. Naufal lan Erick saling cerita masalah pasangane dewe-dewe.
Babak 6
            Sawise saling curhat, Maudy lan Naufal sepakat gwe ngakhiri pasangane dewe-dewe. Tapi, meskipun wes putus kudu tetep dadi konco gak oleh musuhan. Ing suatu dino, Maudy ketemu kaleh Erick lan nyritakake maksude.
Maudy : “Erick, lek misal.e kita putus. Kita tetep iso dadi konco kan ?”
Erick : “Iyo lah, iku pasti. Tapi ojo sampek putus.”
Maudy : “Tapi, sepurane yo. Aku kudu ngakhiri hubungan iki”
Erick : “Opo.o ?”
Maudy : “Aku kepingin  fokus nang pelajaran trus nglanjutno nang sekolah militer ndek Magelang. Lagian, gara-gara kita pacaran nilai kita juga turun kan terutama nilai tro out mu. Dadi luwih apik kita gak pacaran dikek cek gak ngganggu pelajaran.”
Erick : “Yowes, lek ancen iku sing awakmu kepingini, aku ngerti. Mungkin iki ancen sing terbaik.”
Babak 7
            Sawise lulus tekan SMP, ke 6 sahabat iki ngumpul gawe pertemuan terakhir ambek maudy. Amarga Maudy bakal nglanjutake sekolah ing Magelang.
Thalita : “Awakmu ndek kono sing sehat yo, ojok lali karo aku.”
Kabeh : “Iyo, awakmu yo ojo lali karo awake dewe.”
Maudy : “Siap, aku gak bakalan lali karo awakmu kabeh rek”

            Akhire, mereka sadar yen belajar lan bersahabat iku luwih penting ketimbang ngurusi masalah percintaan. Lan mulai saiki ing SMA Ke 6 sahabat iku bakal konsentrasi penuh marang pelajaran lan ora mikirake urusan cinta. Amarga gara-gara cinta bisa ngajurake masa depan.

Kelangan Jam”



Ing sawijining dina, Rafi ,Nina ,lan Tia arep gawe tugas bareng ning omahe Tia.

                    Rafi, Nina    : “Assalamualaikum.”

                    Tia              : “Waalaikumsalam. Jam semene kok lagi teka.”

                    Rafi            : “On time si iki?”

                    Tia              : “On time apane. Wis telat iki.”

                    Nina            : “Wis wis rak sah ribut. Mau dalane macet.”

                    Tia              : “Yowis. Ayo do mlebu.”

                    ...

                    Tia              : “Mbok…. Mbok Parni… tulung gawekke ngombe kanggo kanca-kancaku yo.”

                    Mbok Parni : “Beres…Sekawan njih ndoro.”

                    Tia              : “Yo... cepet yo.”

                    Nina            : “Walah raksah repot repot.”

                    Rafi            : “Jajane ojo lali lho…”

                    Nina            : “Heh kowe ki..”

                    Tia              : “Haha. Rak apa-apa kok. Mengko ben ditukokke karo Mbok Parni.”

                    Rafi            : “Lhah ngono. Nek ana jajane kan dadi semangat gawe tugase.”

                    Nina            : “Kowe ki jajan wae.”

                    Mbok Parni : (teka seko pawon) “niki unjukane kalian jajanipun ndoro.”

                    Nina, Rafi    : “Matur nuwun mbok.”

                    Mbok Parni : “Iyo. Iki meh do gawe opo sih?”

                    Rafi            : “Meh gawe tugas sekolah mbok.”

                    Mbok Parni : “Lhah ngono. Aja dolan terus.”

                    Nina            : “Iyo mbok.”

                    Mbok Parni : “Yo wis, aku tak ngasahi sek yo.”

                    Nina            : “Iyo mbok.”

                    ...

                    Rafi            : “Iki tugase kon piye to?”

                    Nina            : “Koweki malah rak ngerti. Kuwi lho, kon gawe teks drama basa jawa.”

                    Rafi            : “Wah gampang kuwi. Golek wae ning google akeh si?”

                    Tia              : “Tapi tugase kan kon gawe, orak kon golek?”

                    Rafi            : “Halah rak apa-apa, mengko diganti sitik-sitik. Paling Bu Guru yo rak ngerti kok. Paling yo Pesbukan gurune. Rak ngerti nek dhewe iku nggolek ning internet.”

                    Nina            : “Ojo ngono Fi. (nepuk pundake Rafi) Yo wis. Aku tak golek sek seko hp yo.”

                    Tia              : “Aku tak golek sisan.”

                    ……

                    Rafi            : “Piye wis nemu durung?”

                    Nina            : “Kowe ki orak golek malah ngomong wae.”

                    Rafi            : “Iyo iyo, aku tak goleki sisan.”

                    Nina            : “Lhah ngono.”

                    Rafi            : “Lho Ya, kowe kok malah twitteran?”

                    Tia              : “Hehe, nyambi sitik orak apa-apa to.”

                    Rafi            : “Yo wis lah. Sing penting entuk mengko.”

                    Nina            : “Nah wis nemu ki aku. Judule ‘Tresna Agung Kagem Esti’.”

                    Tia              : “Wah koyoke apik kuwi. Piye Ceritane?”

                    Nina            : “Dadi Agung karo Esti kuwi kanca sak kelas. Saben dina bocah 2 kuwi digasaki, diece terus karo kanca-kancane. Banjur akhire cah 2 kuwi jadian.”

                    Rafi            : “Wah apik kuwi. Mengko digantini meneh. Ben rak ngetoki nek golek ning google.”

                    Nina            : “Yo wis, sing gantini kowe yo?”

                    Rafi            : “Siap, tak gawane aku.”

                    Tia              : “Nah nek wis nemu ngene kan ayem.”

                    Nina            : “Wah wis sore iki. Ayo mulih ndisik fi.”

                    Rafi            : “Iyo. Ya aku karo Nina bali sek yo.

                    Tia              : “Iyo, ati-ati.”
           
                                      ********

Bengine, Budi lagi kebingungan golek jam tanganne.

                    Budi           : “Aduh, jam ku ning endi yo. Gawat ki nek ilang, jam larang kuwi.Ya...Tia...Kowe ngerti jamku porak.”(bengok-bengok ngundang adhine sing isih ning kamar)

                    Tia              : (teka seko kamare) “Goleki apa tho mas? Kok koyok kebingungan.”

                    Budi           : “Iki lho dek, jamku ilang.”

                    Tia              : “Jam sing ndi mas?”

                    Budi           : “Kae lho, jam impor asli Amerika, sing couple an karo pacarku. Jam sing paling larang dewe kae lho.”

                    Tia              : “Koyok sampeyan duwe pacar wae mas... mas...”

                    Budi           : “Wah kowe ki kok ngece meni to.Tapi pancen orak duwe si.”

                    Tia              : “Lha iyo si.”

                    Budi           : “Wis wis orak sah dibahas. Sing penting jam kuwi ning ndi?”

                    Tia              : “Lha mbok delehke ngendi mas? Dieling-eling sek.”

                    Budi           : “Mau isuk ki ning kene... Apa dijupuk kancamu kae? sing mau awan gawe tugas ning kene, sapa jenenge?”

                    Tia              : “Rafi mas. Aja nuduh sembarangan ngono ra. Jajal digoleki sekmeneh.”

                    .....

                    Nina, Rafi    : “Assalamualaikum.”

                    Tia, Budi     : “Waalaikumsalam.”

                    Budi           : “Lha kae kancamu teka. Mesti meh mbelekkake jamku kae.”

                    Tia              : “Aja nuduh sek mas.” ( banjur mbukakke lawang)

                    Nina            : “Eh Ya, iki teks dramane wis diedit karo Rafi. Garek ngeprint ki, aku rak duwe printer. Kowe duwe si?”

                    Rafi            : “Iyo, printerku yo lagi rusak.”

                    Tia              : “Siip. Ayo do mlebu, diprint ning njero.”

                    Budi           : “Nah iki bocahe!!!  Eh ngaku kowe njupuk jam imporku ra?”

                    Rafi            : “Lhoh, sembarangan nek ngarani. Duwe bukti apa kowe?”

                    Nina            : “Iyo, nek rak duwe bukti ki aja nuduh.”

                    Budi           : “Halah kuwi kan jam larang, limited edition meneh, mesti pengen duwe kowe.”

                    Tia              : “Wis mas Bud!! rak sah nuduh nuduh ngono.”

                    Rafi            : “Wah rak level njupuk jammu. Nek gelem aku tuku sing luwih larang yo iso, jam koyok ngono wae kok. Paling piro si regane?”

                    Budi           : “Halah garek ngaku wae gampang si, rak sah kakean alesan ngono.”

                    Rafi            : “Nek rak percoyo jajal golekano ning kantongku nek ono.”

                    Budi           : (goleki ning kantonge Rafi) “Paling wis mok pindah ra, apa mbok titipke ning tase Nina?”

                    Nina            : “Nyoh gledhano tasku.”

                    Budi           : (gledhahi tase Nina) “Lho kok orak ono yo.”

                    Rafi            : “Kandhani kok. Aku ki rak njupuk jam tanganmu Bud.”

                    Mbok Parni : “Ana apa si kok ribut-ribut?”

                    Tia                  : “Iki lho mbok, Mas Budi kelangan jam tanganne, banjur nuduh Rafi sing jupuk?”

                          Mbok Parni   : “Walah...Koyok mengkono wae ribut. Sing muk maksud jam iki po?” (karo nguduhake jam tanganne Budi) “Mau awan jam iki gumletak ning jubin. Terus tak singkirke ben orak ilang.”

                          Budi                : “Walah mbok… mbok… kok orak ngomong awit mau si?”

                          Mbok Parni   : “Mau sore ki aku meh kandha, tapi akeh gawean dadine lali. Kowe orak takon aku si.”

                          Rafi                 : “Kae ra. Dudu aku sing njupuk. Isa tak tuntut ning pengadilan kowe, pencemaran nama baik ki.”

                          Nina               : “Mulano aja nuduh sembarangan.”

                          Budi                : “Hehe, iyo, ngapurane yo fi, nin.”

                          Tia                  : “Lhah ngono mas, njaluk ngapura.”

                          Rafi                 : “Iyo iyo, ngesok meneh ki nek rak duwe bukti aja nuduh sembarangan.”

                          Tia, Nina,       : “Wuuuuuuuuuuu………”

                          Budi                : “Iyo, iyo.




PUPUH 5
Mangkono ngelmu kang nyata,
Sanyatane mung weh reseping ati,
Bungah ingaran cubluk,
Sukeng tyas yen denina,
Nora kaya si punggung anggung gumrunggung
Ugungan sadina dina
Aja mangkono wong urip.

Demikianlah ilmu yang nyata,

Senyatanya memberikan ketentraman hati,
Tidak merana katakan bodoh,
Tetap gembira jika dihina
Tidak seperti si dungu yang selalu sombong
Ingin dipuji setiap hari
Janganlah begitu caranya orang hidup.