TRADISI MITONI DI JAWA TENGAH

 

MITONI


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

               Di sebuah desa agraris yang asri di wilayah Jawa Tengah, tepatnya di Desa Tlogosari Kecamatan Bandungan yang dikelilingi sawah hijau dan aliran sungai kecil, masyarakat masih memegang erat nilai-nilai kearifan lokal warisan leluhur. Desa ini dihuni oleh warga yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan pembuat tahu serasi.  Kehidupan masyarakatnya sederhana, penuh dengan semangat gotong royong dan kebersamaan. Di tengah arus modernisasi yang semakin kuat, Desa Tlogosari Banyukuning tetap mempertahankan tradisi adat yang telah turun-temurun dijalankan, salah satunya adalah tradisi Mitoni. Tradisi ini biasanya dilaksanakan ketika seorang ibu hamil memasuki usia kandungan tujuh bulan, khususnya untuk kehamilan pertama. Mitoni menjadi salah satu bentuk kearifan lokal yang masih dijaga dan dihormati oleh masyarakat desa sebagai bagian dari identitas budaya mereka.

  Mitoni, yang berasal dari kata “pitu” dalam bahasa Jawa yang berarti tujuh, merupakan tradisi adat yang sarat dengan nilai spiritual, sosial, dan budaya. Tradisi ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesehatan ibu dan janin, sekaligus sebagai doa agar proses persalinan kelak berjalan lancar. Mitoni tidak sekadar ritual seremonial, tetapi juga mengandung makna filosofis yang mendalam.

 

               Asal-usul tradisi Mitoni berakar dari kepercayaan masyarakat Jawa yang memadukan nilai keagamaan, adat istiadat, dan kepercayaan lokal. Prosesi Mitoni biasanya melibatkan keluarga besar dan tokoh adat setempat. Rangkaian acaranya meliputi siraman air kembang tujuh rupa, pemecahan kelapa, serta penyajian makanan tradisional seperti rujak dan tumpeng. Setiap simbol dalam prosesi tersebut memiliki makna, seperti air yang melambangkan kesucian, bunga sebagai harapan akan keindahan hidup, dan tumpeng sebagai simbol permohonan keselamatan.

 

               Dalam kehidupan masyarakat Desa Sumberrejo, tradisi Mitoni berperan penting sebagai sarana mempererat hubungan sosial. Melalui tradisi ini, warga berkumpul, saling membantu, dan berbagi doa. Mitoni juga menjadi media pendidikan budaya bagi generasi muda agar mereka memahami nilai-nilai luhur seperti rasa syukur, hormat kepada leluhur, dan kebersamaan. Selain itu, tradisi ini memperkuat identitas budaya masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan.

 

                Menjaga kelestarian tradisi Mitoni merupakan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan terus melaksanakan tradisi ini secara konsisten sesuai dengan nilai-nilai aslinya, meskipun dengan penyesuaian sederhana agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Misalnya, prosesi Mitoni dapat dilakukan secara lebih praktis tanpa menghilangkan makna simboliknya.

 

               Selain itu, peran keluarga sangat penting dalam menanamkan pemahaman tentang tradisi Mitoni kepada anak-anak sejak dini. Orang tua dapat menjelaskan makna dan tujuan tradisi ini agar generasi muda tidak hanya menjalankannya sebagai formalitas, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Sekolah dan lembaga pendidikan juga dapat berperan dengan memasukkan materi kearifan lokal ke dalam pembelajaran muatan lokal.

 

               Pemerintah desa dan tokoh masyarakat dapat mendukung pelestarian Mitoni melalui kegiatan budaya, seperti festival adat atau dokumentasi tradisi dalam bentuk tulisan dan media digital. Dengan memanfaatkan teknologi, tradisi Mitoni dapat dikenalkan lebih luas kepada masyarakat luar desa tanpa menghilangkan jati diri budayanya. Dengan upaya bersama tersebut, kearifan lokal Mitoni diharapkan tetap hidup dan menjadi warisan budaya yang bernilai bagi generasi mendatang.

 

Mitoni bukan sekadar “tujuh bulanan”, tapi versi Jawa dari baby shower yang penuh filosofi. Angka tujuh dipercaya sebagai simbol kesempurnaan dan doa agar bayi lahir dengan selamat. Uniknya, prosesi seperti siraman, berganti kain tujuh kali, hingga memecah kelapa bukan cuma ritual—itu adalah “bahasa simbol” orang Jawa untuk menyampaikan harapan tanpa kata. Jadi sebelum ada kartu ucapan dan caption Instagram, orang Jawa sudah duluan menyampaikan doa lewat tradisi. Mitoni membuktikan bahwa kearifan lokal itu bukan kuno, tapi puitis, penuh makna.

LOGBOOK PRAKTIK KERJA LAPANGAN DI PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PEDESAAN SWADAYA MITRA VETERAN MENDIRI KECAMATAN

 

LOGBOOK PRAKTIK KERJA LAPANGAN DI PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PEDESAAN SWADAYA MITRA VETERAN MENDIRI KECAMATAN

BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG

 

Nama                                       : Duanne Della Rosa

NIM                                        : 23020223130078

Program studi                           : Agroekoteknologi

Dosen Pembimbing                   : A’isyah Surya Bintang, S.P., M.Sc.

Pembimbing Lapangan  : Khasbun

Lokasi                                      : Pusat Pelatihan Pertanian dan Pesedaan Swadaya Mitra

Veteran Mandiri Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang

 

No.

Hari, Tanggal

Kegiatan

Dokumentasi

TTD

1.

Senin, 5 Januari 2026

Melakukan pengambilan mata tunas pada batang mawar.

 

Melakukan sambung tunas/okulasi untuk perbanyakan vegetatif pada tanaman mawar.

 

Mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan kerja di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya Mitra Veteran Mandiri

 

2.

Selasa, 6 Januari 2026

Mengikuti kegiatan pendampingan dan pelatihan petani bunga di Kopeng

 

Melakukan kegiatan penyiraman rutin tanaman bunga krisan.

 

3.

Rabu, 7 Januari 2026

Melakukan pengambilan mata tunas pada batang mawar.

 

Melakukan sambung tunas/okulasi untuk perbanyakan mawar.

 

Penjelasan materi teknik bending pada mawar.

 

4.

Kamis, 8 Januari 2026

Melakukan pelubangan tanah dengan pipa pada tanaman krisan agar air mudah mudah terserap.

 

Melakukan pemanenan tanaman mawar dengan memotong dua ruas setelah pangkal pada batang tanaman mawar.

 

Melakukan praktik pasca panen dengan pembersihan duri pada tanaman mawar.

 

Melakukan size grading pada tanaman mawar.

 

5.

Jumat, 9 Januari 2026

Melakukan pencabutan gulma disekitar tanaman krisan.

 

Mengamati konstruksi dalam pembuatan greenhouse mawar.

 

Melakukan packing tanaman krisan.

 

6.

Sabtu, 10 Januari 2026

Membantu penanamann bibit stek krisan

 

Melakukan pencabutan gulma di lahan tanaman mawar

 

7.

Minggu, 11 Januari 2026

Membantu pemanenan bunga krisan

 

Melakukan pemanenan bunga mawar dengan memotong 2 ruas setelah pangkal batang.

 

8.

Senin, 12 Januari 2026

Melakukan pencabutan bakal bunga krisan  untuk memaksimalkan pertumbuhan bunga utama (Thinning).

 

Melakukan pemanenam tanaman mawar.

 

Melakukan packing tanaman gerbera.

 

Mempelajari dan mempraktikkan cara merangkai bunga untuk rangkaian bunga meja dan hand bucket.

 

9.

Selasa, 13 Januari 2026

Melakukan pencabutan bakal bunga krisan  untuk memaksimalkan pertumbuhan bunga utama (disbudding).

 

Mengikuti kegiatan pemberian materi teknik budidaya pada komoditas bunga mawar

 

10.

Rabu, 14 Januari 2026

Melakukan pengambilan mata tunas (entres) pada tanaman mawar

 

Melakukan perbanyakan tanaman mawar dengan pemilihan batang bawah yang siap untuk ditempel (7 bulan) dan penempelan mata tunas (okulasi).

 

11.

Kamis, 15 Januari 2026

Melakukan pemanenan tanaman garbera

 

Melakukan penyiangan gulma disekitar tanaman mawar yang bertujuan agar tidak terjadi persaingan nutrisi antar tanaman.

 

Melakukan packing bunga garbera.

 

Mengikuti pemberian materi mengenai pembibitan pada teknik budidaya mawar

 

12.

Jumat, 16 Januari 2026

Melakukan penanaman tanaman krisan

 

Melakukan pengamatan OPT dan gejala yang menyerang pada tanaman mawar

 

Mengikuti kegiatan materi mengenai pengolahan lahan, penanaman, perawatan, panen, dan pasca panen pada teknik budidaya mawar.

 

13.

Sabtu, 17 Januari 2026

Melakukan pencabutan bakal bunga krisan  untuk memaksimalkan pertumbuhan bunga utama (disbudding)

 

Melakukan kegiatan pasca panen, yaitu dengan menghilangkan duri pada tangkai mawar dan menyisakan sebanyak 5 helai daun untuk di packing.

 

Melakukan praktik bending pertama pada tanaman mawar yang bertujuan untuk menumbuhahkan tunas menjadi lebih banyak, batang yang kuat, dan tegak.

 

14.

Minggu, 18 Januari 2026

Mengikuti kegiatan distribusi penjualan bunga potong mawar untuk mengetahui sasaran konsumen dan penentuan harga pasar.

 

15.

Senin, 19 Januari 2026

Melakukan pemanenan rutin mawar setiap 4 hari sekali dengan cara memotong batang 2 ruas dari pangkal batang.

 

Melakukan bending mawar sebanyak 20 tanaman dalam bedengan

 

16.

Selasa, 20 Januari 2026

Melakukan bending pada tunas yang muncul pada batang sambung mata tunas sudah siap dibending (minimal panjang 20 cm).

 

Melakukan pengamatan tanda dan gejala OPT yang manyerang tanaman mawar.

 

 

17.

Rabu, 21 Januari 2026

Melakukan teknik pembendingan pertaman pada tanaman mawar yang berumur 25 HST dengan panjang tunasnya minimal 20 cm

 

Melakukan perawatan tanaman mawar dengan merompesi daun bagian bawah yang bertujuan agar nutrisi terkonsentrasi pada pertumbuhan tunas pertama bending.

 

Pengaplikasian pupuk kandang sapi susulan setiap 2 bulan sekali.

 

18

Kamis, 22 Januari 2026

Melakukan kegiatan meramu  fungisida, insectisida dan pupuk daun susulan untuk bahan penyemprotan rutin pada tanaman mawar.

 

Melakukan penuangan larutan hasil campuran fungisida dan pupuk daun ke dalam tanki 16 liter.

 

Melakukan kegiatan penyemprotan yang bertujuan untuk mengendalikan penyakit yang sudah menyerang ke seluruh bagian tanaman mawar.

 

Penjelasan mengenai contoh hasil bendingan yang baik dan buruk dengan ciri batang yang siap dibending

 

19.

Jumat, 23 Januari 2026

Melakukan perompesan daun pada tanaman krisan.

 

Melakukan penyulaman bibit pada tanaman mawar yang sudah tidak dapat berproduksi.

 

20.

Sabtu, 24 Januari 2026

Melakukan kegiatan pasca panen, yaitu perompesan duri dan daun bawah, sehingga hanya menyisakan 5-7 helai daun pada bagian atas.

 

Melakukan kegiatan pesca panen yaitu menyamakan tinggi seluruh kuntum bunga.

 

Melakukan size grading pada tanaman mawar sesuai dengan tinggi batangnya.

 

Melakukan kegiatan pengikatan batang mawar sesuai dengan mawar yg sudah di grading pada tanaman mawar, 1 ikat berisi 20 batang.

 

21.

Senin, 26 Januari 2026

Melakukan penyiraman rutin tanaman mawar

 

Melakukan pemanenan rutin tanaman mawar setiap 4 hari sekali.

 

22.

Selasa, 27 Januari 2026

Melakukan kegiatan pasca panen berupa pencelupan bunga mawar yang sudah di ikat ke dalam ember berisi air.

 

Melakukan perawatan berupa perompesan pada daun muda agar mudah untuk persiapan bending.

 

23.

Rabu, 28 Januari 2026

Melakukan pembendingan susulan untuk tunas yang muncul pada okulasi.

 

Mengikuti kegiatan kelas merangkai berbagai macam bunga potong

 

24.

Kamis, 29 Januari 2026

Melakukan kegiatan pinching (pemangkasan bakal bunga dengan menyisakan bunga utama agar ukuran  bunganya lebih maksimal.

 

Melakukan perawatan tanaman mawar berupa pemangkasan tunas selain tunas yang tumbuh pada hasil okulasi.

 

 

 

Melakukan grading size hasil panen mawar

 

25.

Jumat, 30 Januari 2026

Membantu perompesan daun pada tanamna krisan

 

Melakuakan teknik bending pertama setelah penyulaman bibit.

 

26.

Sabtu, 31 Januari 2026

Membantu prmupukan krisan

 

Melakukan kegiatan packing bunga mawar dengan menyamakan tinggi batany menggunakan gunting khusus mawar.

 

27.

Minggu, 1 Februari 2026

Melakuka. Pemangkasan seluruh tunas yang sudah tidak produktif dan cabang cabang yang mati.